Saturday, April 25, 2015 | By: dewantyajeng

My Spare Time

9/4/2015 23:23
I just wanna get lose. . .in my self.
Lama gak nulis, takut juga otak jadi (makin) buntu.
So now, yep! Nothing’s wrong to bring my mind to this universe
Sebelumnya, siapapun yang baca tulisan ini, jangan menyesal kalo sampai bagian ending kalian tidak menemukan hal – hal bermakna untuk dibaca. This posting is just kind of a random one. Jyehehe~

Tapi jangan salah, kebijakan dan kebajikan besar bisa lahir dari hal – hal yang random, guys!
#ehek #pret #cakap #apa #pulak
Okey.
Cerita ini bermula dari. . .
Dari. . .
Bermula dari. . .
Eumm. . .
Entahlah mo mulai darimana
Yang jelas ginilah, hidupku sekarang mulai punya banyak waktu luang. Jujur, hal ini = hal yang udah laaaaaama kunantikan sejak zaman kuliah.
Aku masih ingat persis dulu pernah mengidamkan: 
“suatu hari nanti aku pengen bisa bangun tidur di pagi hari, berjalan ngambil wudhu, tunaikan 2 rakaat, keluar rumah sebentar sambil ngirup udara gratis nan sejuk itu, trus ngerjakan apapun yang kumau, dan be awesome
Tanpa harus mikirin program kerja organisasi, tugas kuliah, bergegas pergi magang, atau sebangsanya”
And I’m glad I get it now.
Enggak, belum semuanya.
Aku belom serutin itu bangun awal untuk subuh, tapi yah...untuk hal terbebas dari pikiran tentang program kerja itu, sudah. Alhamdulillah.
Anyway, aku sudah menyelesaikan masa studi Strata 1-ku di 23 Januari 2015. Sudah mengenakan toga pada 22 Februari 2015.
Sekarang?
Masih setia berkutat pada portal lowongan pekerjaan, terlibat beberapa  proyek lepas waktu di dalam & luar kota, mengurusi tete – bengek komunitas (yang apabila tidak berubah jadi lebih baik, sepertinya akan kutinggalkan), dan bersosialisai dengan orang lama & baru (termasuk keluarga, thought I lost many good times when I was act like so busy with my stuff in Medan before).

Waktu luang.
Ada enaknya, ada enggaknya.
Enaknya? Bisa punya waktu ngerjakan hal (keren) yang udah lama ditunda
Gak enaknya? Jadi punya banyak waktu merenung.
“Merenung” sendiri pun, menurutku ya, punya dua sisi.
Merenung yang baek, jadi punya ide yang baek, jadi bisa perbaiki diri.
NAH, kalo merenung hal yang ga baek ini yang ga enak, ini yang kubenci dari waktu luang.
Merenungi hal yang ga enak? Yep.
Let’s say, sometimes...everything happened in our past couldn’t be just left and PUFFFF surpriiiiise...they arise suddenly without your permission and...start to ruin your present life. D*mn!
Aku gak akan cerita apa aja hal – hal itu. Males ngetik.
Woh! Berarti sampe banyak ya?
Enggaaaak, cuma lupa – lupa inget jadinya nanti kacau nulisnya hehe...
Yaudah sampe situ lah tentang merenung yang gak enak ya.

Next, aku coba nuliskan apa – apa aja yang kuingat dari hari - hariku belakangan ini ya.
Sekalian itung – itung nguras otak biar bersih lagi, biar muat diisi yang baru dan fresh lagi. So, literally, tujuanku nulis emang ada 2:
  • Untuk masa kini: kuras otak (kayak prinsip kuras bak mandi)
  • Untuk masa depan: sebagai pengingat dan pengukur diri.
         Udah sejauh mana pengetahuan, sejauh mana ke-alay-an, udah sejauh mana kedewasaanku.
Yah gitu – gitu lah.
         Okeh, kalo dirangkum, beberapa hal menarik yang kuingat beberapa waktu belakangan adalah:

1.   Bisa nonton Fast & Furious 7
Wuw! Nontonnya berdua sama Ririn. Awalnya aku ngajak nonton Filosofi Kopi, berhubung cuma ada di Thamrin Plaza, dan itu jauhnya na’uzubillah dari kampus (tempat kami janjian ketemu), dan kami pun gak tau mekanisme parkir kereta (baca: sepeda motor) disana kayak mana, batal lah. Pilih yang deket: Hermes Palace, jam 20:30 dan studio yang berisi FF 7.
Berkesan sih ceritanya.
Walaupun ketika nonton, aku dan...percayalah, ada banyak orang di dunia ini bersemangat nonton film ini sedikit / banyak bukan semata – mata ngincer alur cerita, tapi karena mau nyaksikan yang katanya kecanggihan teknologi CGI untuk nyiptain karakter Brian O’Connor a.k.a Paul Walker yang aslinya udah meninggal tapi udah terlanjur ikut proses shooting beberapa scene itu. Hmm. Live enough.
Kayak biasa, kalo nonton, perhatianku sering terfokus sama quote - quote menarik, trus kekuatan karakter masing – masing.
Quote yang paling lengket di otakku:

“Tim yang kuat bisa jadi terbentuk karena 2 hal: fear or loyality. I don’t see fear here” -Ramsey

Ada sih quote lain yang menarik, cuman aku lupa hehehe nanti lah kalo udah ingat, ku-update :p
Selain itu, aku selalu suka film yang ada cerita kerja timnya.
Suka ngeliat pembagian perannya. 
Satu hal aja yang agak beda dari film action lain. Apa tuh? Biasanya yang ku liat, yang namanya orang teknis / balik layar, gak ada yang jago berantem. Let’s say Jurrasic Park, Mission Impossible, Cats & Dogs. Gitulah. Nah, di film ini beda. Berkesan.

2.   Dapet beberapa panggilan tes kerja
Mulai dari ritel mini market sampai bank swasta.
Iya. 
Ini memang tidak menjamin apapun, kalo gak dicoba dan dido’akan.  Bulan kemaren sempet males sebenernya ngurus kek ginian. Masih pengen istirahat dari woro/i tugas akhir dan kelulusan. Apadaya hidup mesti jalan broh, ga bisa nunggu. Yah jalanin lah. Anyway, perusahaan media tetep jadi inceranku sejauh ini. 
Wish me luck!

3.   Memutuskan untuk stay di Dumai beberapa waktu
Gak lama, 10 hari. Terkait urusan ijazah, aku harus balek ke Medan lagi...dan akhirnya bisa ketemu sama Zahra sama Inu (lagi)
Ini cukup menarik sih. 
Jadi, kita mutuskan untuk ngumpul dulu di rumah Zahra. Trus, cusss makan diiiiiii. . .
“Daebak”
Ya, restoran makanan Korea. 
You know what?
Lidahku di-ospek! 

Jujur, aku yang lidah nasi Padang-kangkung-belacan, feels so. . .yooow you know lah, a little bit creepy weird
Nama menunya pun aku lupa. 
Pokoknya hidangan utamanya:

 daging + nasi (untungnya ini enak). 
Selebihnya?
Adalah yang namanya Kimchi (sawi sama ntah apa itu asem– asem gitu rasanya), 
adalah salad (kalo ini aku tau), 
adalah ubi di-wijen (ini juga enyak), 
adalah tahu macem di-tauco,
terakhir ditutup sama potongan semangka. 
Oh ya, satu lagi, minumnya: aer lemon. 
Hiya ampooon~


*ekspresiku sebelum makanan masuk ke mulut (baca: masih cantek :p)*
*alay beut itu pose kak!*

4.    Menerima kenyataan bahwa ada yang pergi, ada yang datang. Either it’s a blessing or a lesson.
*siap – siap, bagian ini kayaknya kenceng kubahas hekekek*

Beberapa bulan kemaren, aku (masih) dikasih waktu sama Tuhan untuk belajar beberapa hal, dari...banyak orang, salah satunya untuk urusan manage perasaan dalam relationship.
Ada yang “ngajarin” bahwa: kebutuhan manusia banyak, dan mungkin satu orang di luar kita tidak cukup memenuhi semua kebutuhan itu.
Nah, selanjutnya gimana? Ada yang nerima kekurangan itu dan ngajak kita belajar menuhi kebutuhan itu sama – sama. Ada yang...ya udahlah cari yang laen yang bisa menuhi kebutuhan laennya. Misal kebutuhan dia A-E, mungkin cuma bisa kita penuhi A-C. Trus D-E? Nah itu tadi yang ku bilang. Terima saja.

Ada yang “ngajarin” bahwa: orang kalo ngejelekkin orang laen di depan kita, bukan berarti dia total benci sama orang itu. Aku juga ga berharap benci total itu ada. Enggak. Cuma...yang ga asik itu gini: sekarang dijelekin, beberapa bulan kemudian jadi deket kali sama yang dijelekinnya. Enggak, aku gak jealous, malah geli. 
Cuman...apa yah, ada semacam dorongan dari diri yang pengen ‘ngingetin’ orang kayak gitu bahwa “situ kemaren ngomong gini loh, gitu loh. Sekarang begini? Liat betapa kasarnya ngomong kemaren, dan aku udah ngingetin loh untuk jangan gitu. Coba belajar jangan gitu lah bersikap. Toh situ yang malu sendiri,”
Gitu lah. Ini namanya peduli ya? Entahlah.

Ada yang “ngajarin” bahwa: ketika satu masalah / masa lalu diungkit, disitu kedewasaan kita diuji. Semakin kita marah, emosional, itu makin menandakan kalo ada masalah yang kita rasa belum selesai, mungkin masih ada penasarannya, mungkin masih ada solusi yang mau coba kita tawarkan tapi waktu gak mau kompromi, jadilah kita beranjak pergi tanpa masalah itu terselesaikan. Dan sebaliknya, kalo kita udah bisa kalem, udah bisa santey saat masalah itu diungkit? 

WE'RE THE REAL MVP !
Kita udah selangkah lebih keren dari diri kita yang sebelumnya.

Pelajaran berikutnya: profesional. Belajar bedain urusan profesional dan personal. Yep.

5.   Belajar banyak hal dari idola

Banyak pelajaran lainnya lagi selain yang udah kusebutkan di atas.
Terlebih bulan lalu, aku baru selese baca buku Koala Kumal-nya Raditya Dika. 
K-e-r-e-n p-i-s-a-n. 
Ngajak komedi pake dewasa. Aku selalu suka sama tulisannya. Ya, aku memang lebih suka dia bermain kata di buku dan open mic. Aku lebih menghargai performnya di dua dunia itu. Aku gak suka aktingnya.

Trus, ngomongin Raditya Dika, pasti inget Stand Up Comedy Indonesia, trus...pasti inget Pandji Pragiwaksono. Yaaaa anggap aja mereka satu angkatan untuk komedi tunggal di Indonesia, jadi ga bisa dipisahin.
Nah, bicara tentang Pandji, berarti kita bicara tentang orang yang optimis Indonesia bisa maju. Kita bicara orang yang “anti main stream”. Kita bicara orang yang suka gali sisi – sisi masalah dari berbagai sisi, atau aku nyebutnya “dari sisi lain”. Aku bisa bilang ini karena aku udah ngelakukan kombinasi antara baca bukunya “Menghargai Gratisan” & “Nasional.is.me” trus nonton rekaman perform open mic nya di “Mesakke Bangsaku”. 


Citmen, this guy is so...adorable!

He talked with fact, statistic, and offering solution. Also show empathy and real action (dia founder dari Yayasan Pita Kuning). One more thing: he loves his family.
Di buku, dia cerita gimana latar belakang keluarga dan pendidikannya. Salah satu yang dia soroti adalah dari segi bagaimana keragaman di kehidupan kita itu gak seharusnya ditimbun, tapi kita buka mata dan hidup dengan itu. Dia juga cerita bagaimana sebenarnya tentang pembajakan karya seni. Bagaimana awalnya, bagaimana alurnya, siapa pelakunya, dan...NAH satu hal yang menarik: SIAPA SAJA YANG DIUNTUNGKAN KARENANYA? Ini menarik. Penasaran? 
Baca “Menghargai Gratisan”, e-book nya bisa kalian unduh disini
He really do care about Indonesia’s education system. But he realise, perubahan itu gak instan, dan mungkin dia bukan orang yang bisa terjun langsung ngubah itu. But at least, he got that brave! He speaks up! Dia juga bicara tentang kaum minoritas di Indonesia and how they could struggle so far.
Kemudian, kayak satu hal yang pernah kumuat di status Path-ku:
AKU – HARUS – KETEMU – ORANG – SATU – INI !!! HARUS !
Mau ngapain Dita?
Mau mastiin aja apakah mukanya emang se-Korea di televisi hahaha
Pokoknya dia inspiring. Titik.
Segini dulu yang bisa kusampekan.
See ya!
Tuesday, June 11, 2013 | By: dewantyajeng

Sepaket cerita FIM 14, Bukittinggi



Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
(Artinya?  toiletnya rusak *krik*)

Iyaaah bagi yang lupa maknanya, berikut adalah penjelasannya: 
Seorang murid biasanya akan meniru apa yang dilakukan gurunya, maka janganlah memberikan contoh yang buruk.


Setuju deh...

Setiap tempat adalah ruang kelas, setiap individu yang kita temui adalah guru. Belajar bisa dimana saja, salah satunya dengan pelatihan dooonk. 

OKe, saya mau sedikit bagi cerita tentang pelatihan yang saya hadiri minggu lalu, namanya Forum Indonesia Muda. 
FIM (Forum Indonesia Muda) adalah sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi maupun organisasi kepemudaan di Indonesia. FIM dibentuk untuk menjadi sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka mempersiapkan pemimpin masa depan dan wahana silaturahmi antarpemuda dari berbagai latar belakang.

Iya, singkatnya mengumpulkan pemuda/i Indonesia untuk berkolaborasi menghasilkan karya tertentu yang bermanfaat buat banyak orang, karena tema acara ini sendiri "KOLABORASI KARYA UNTUK NEGERI"

Begini rangkaian acaranya...

31052013
Baru sampe di Bandara Inernasional Minangkabau JAM TUJUH PAGI. Kemudian dijemput panitia (Kak Yudhi, Kak Eep, kak Mida) dan berangkat ke Bukittinggi dengan bus Tranex bersama peserta laen: Ifa, Lisfa, Wildan, Rizky, Luthfi, Ricky, dll.
Lokasinya di kampus IPDN Baso, +/- 2 ½ jam dari kota Padang. Kanan – kiri bukit, langit biru, kabut juga sesekali. Kampus ini dihuni oleh teman – teman mahasiswa IPDN (yang biasa disebut Praja) yang (beberapa dari mereka) juga peserta pelatihan FIM. Yang cewek tuh baik – baik, pinter – pinter, dan seru anaknya. Yang cowok juga, baik – baik, aktif di forum, dan tampan – tampan (halah)
Cuaca di sana tuh dinginyaaa...udah pake jas almamater pun gak mempan. Mungkin karena udah terbiasa udara Medan yang bikin gerah ya, mungkin juga karena itu masih pagi sekali, atau mungkin karena kepingan hati ini yang telah ikut membeku. Entahlah...

Acara dibuka pada malam itu, kita dibagi kelompok. Tertampunglah saya di kelompok 'Rohanna Kudus', dengan personil: (ki-ka) Bayu, Kak Rino, Adhi, Uda Rajif, Indrak, Bang Ari, Riki, Engkik, Roi, Wefrey, Mona, aku, Kak Pipit (coach), Qori, dan Selvia


01062013
Kita ke Istana Bung Hatta, buat nonton seminar Kemenkominfo, pembicara: Pak Karni Ilyas, Pak Tifatul Sembiring, Pak TAUFIK ISMAIL, dan . . .
  • Pak Karni Ilyas, begitu beliau mendekati podium, suasana hening. . .dan ‘pecah’ sesaat setelah ada suara bass khas beliau versi Indonesia Lawyers Club: “Pemirsah...” Heaaaak. Beliau pun bercerita tentang integritas. Beberapa peserta menanyakan langsung mengenai kebebasan beliau sebagai insan pers yang dikaitkan dengan otoritas si pemilik stasiun televisi tempatnya bernaung
  • Selanjutnya Pak Tifatul Sembiring. Satu quote yang paling nyesss nih dari beliau: “Kita boleh gagal di misi, tapi tidak di karakter” SETUJU! Termasuk dalam hal akademik, mencari nafkah, maupun menaklukkan hati si do’i.



02012013
Pematerinya Pak Arief Rahman. Kita harus bangun lebih awal karena beliau ada agenda lain terkait opening ‘Tour de Singkarak’, tapi ASELILAH MEMANG gak rugi! Orangnya penuh semangat (walaupun usia sudah 70-an), beliau coba transfer itu ke kita melaui yel – yel yang diserukan tentang karakter, sambil memperagakannya dengan semangat, seperti:
Luruskan hatiku! Cerdaskan otakku! Sehatkan ragaku! Kuatkan imanku!


*prok prok prok* buat Pak Arief Rahman, Pakar Pendidikan Indonesia 2013

Banyak temen2 seluruh INA yang udah berkolaborasi aksi mereka di daerah masing - masing.
  • Ada yang menggalakkan gerakan edukasi seks sehingga konsepnya bisa dipakai di kurikulum di 50 sekolah di kotanya
  • Ada yang buat rumah terapi untuk perokok
  • Ada yang udah mondar – mandir jadi trainer motivator gitu
...ada yang kagum sama itu semua (nunjuk diri sendiri)
Itu masih segelintir yang disampaikan teman – teman peserta, serunya? Masih banyak lagiiiih. . .



Sekian torehan kisah dari saya, yang mau kasih masukan / tambahan, sangat dipersilahkan lho memberikan masukan yang membangun. Membangun apa saja, baik membangun karakter, membangun silaturahim, maupun membangun rumah tangga yang sakinah.
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan ini, sesungguhnya khilaf dan salah hanya milik manusia dan sempurna hanya milik Allah dan...Andra & The Backbone (‘Sempurna’ itu siih...)
Salam...PEMUDA INDONESIA? AKU UNTUK BANGSAKU!
PEMUDI INDONESIA? AKU UNTUK...ah,sudahlah. . .

NB. Kalo temen2 mau ikut jadi peserta, Insya Allah bisa jumpa di FIM 15. Cek aja page Fcebook disini  atau  twitter @fimnews 

See you at FIM Lima Belaaaaaassss....!!!!
Wednesday, May 8, 2013 | By: dewantyajeng

.B1 Archiever

It's kind of random posting!
Ya cuma mau share aja, jadi kan aku baru ada donlot lagu, satu folder gitu tapi bukan berupa .zip, .rar, macem biasanya.
Nama format filenya .b1. Berhubung ada koneksi internet yang cukup memadai, kucari lah di Google, "membuka file .b1"
keluar lah pilihan link aplikasi untuk bukaknya, namanya "B1 Archiever"
Jalankannya gampang kok, donlotnya juga gampang, noh disini noh:
Syelamat mencobaaah
Monday, September 24, 2012 | By: dewantyajeng

Renungan Mau Tidur


Postingan ini dibuat malam hari, saya sedang berbaring dengan leganya di tempat tidur kamar kosan saya. Dibarengi perut lapar jugak lah, tapi tenaaang...ada biskuit keju pengganjal rasa lapar menjelang tengah malam. ˘.˘ΉªĹªΉ—.―ΉªĹªΉ•••...


Oke, malam ini saya merasa ada yang gak biasa ketika berada di kamar. Kenapakah itu?


Kamar berantakan? Udah biasa. . .

Setrikaan numpuk? Biasa itu mah. . .
Saya tidur sendiri? YA MEMANG!
ckckck

Bukan. . .bukan hal2 di atas yang saya maksud. Malem ini gak biasa karena saya masih sempet2nya berbaring di tempat tidur dengan mata terbuka jam segini. Biasanya kalo jam segini masih di depan laptop ato megang buku...atau sebaliknya, saking capeknya langsung 'bleksek' tidorrr...tapi malem ini enggak. Saya memang ngantuk, tapi masih sempat memanjakan mata saya menatap sekeliling kamar, dan...nah! Di sini saya senyum2 sendiri sambil mikir2 gitu...gilak, ni kamar ternyata kalo beres gini nyaman banget ditempatinnya. Aktivitas apapun di dalam kamar jadi enak ngejalaninnya. Betah gitu.

ah pokoknya berasa seneng & nyaman lah tinggal di sini. Yang langsung terpikir oleh saya adalah: 
"Suatu hari nanti ketika sudah tamat kuliah, saya PASTI akan sangat merindukan kamar ini"

Ya, saya sudah menempati kamar ini setidaknya 6 bulan terakhir, dan di kosan ini udah hampir 2 tahun.


Warna catnya yang merah muda, aksesoris yang saya lekatkan di dindingnya...ah, seandainya kamar ini dengan mudah bisa saya bawa kemana - mana. . .


Saya kembali memandangi empat sisi dindingnya. Setiap pojok ada perannya dan kenangannya masing2. Salah satunya pojok meja belajar, tempat hampir 95 % aktivitas saya di kamar ini bertumpu.


Sedihnya, saya harus pindah minggu depan ke rumah punya orang tua, yang letaknya agak jauh dari kampus. Huuuufh...gak papa lah ya, anggap aja proses yang menyertai suksesnya orang sukses. Asssek! Aamiin...


Sekali lagi, suatu hari nanti: saya pasti merindukan kamar ini. . .


see ya @ next chapter!

Uneg2 part17

*postingan terlewatkan

Huffffffhhh......malem ini saya gak punya kerjaan, walaupun pikiran banyak. Yah gak apa2, artinya tubuh saya bagi kerja lah. .karena biasanya kan emang gitu. Kalo gak otak yang capek, yah badan...gak jarang juga: keduanya. Hahahaha #ketawamaksa
Okeh, I call this posting is a kind of random posting. Ya kayak judulnya, uneg2. Bebas lah mau ngomongin apa aja, gak ada yang bisa ngelarang. Toh dalam hidup, diri saya sendiri yang memang berhak menentukan keputusan final dalam suatu kondisi dan menjalani konsekuensinya. Oke ini terlalu lebay.
Eumm apa aja ya yang mau saya ceritain? (saking randomnya)
Oh ini aja deh, kesan2 waktu liburan. Yaaa...jadi pas liburan semster genap + Idul Fitri kemaren, saya menghabiskan (lumayan) banyak waktu di membaca buku (saaah...). salah satunya berjudul “Dream Catcher”, penulisnya Alanda Kariza. Asyik yah namanya? Bukunya juga asik. Nih:
 
     Isinya inspiring dan jiwa muda banget, yah sedikit beda memang dari buku2 motivasi yang saya pernah baca, semisal Rich Dad, Poor Dad; Setengah Isi Setengah Kosong; Notes From Qatar, de el el. Dream Catcher lebih ke bagaimana kita mengintervensi kondisi di sekitar kita yang kita rasa perlu perubahan ke arah lebih baik. Dream Catcher lebih ke arah memotivasi kita ke arah social project yang bermanfaat buat orang banyak. Dan yang pasti, Dream Cather membantu kita lebih termotivasi mewujudkan mimpi – mimpi kita. The power of Dreams!
Singkat cerita, abis baca buku ini saya langsung menulis di secarik kertas, yang isinya “bucket list”. Ya, bucket list itu adalah jabaran dari mimpi – mimpi kita. Saya pernah ingat kata orang bijak “Silahkan bermimpi setinggi – setingginya, bahkan yang gak masuk akal. TAPI, mewujudukannya harus tetep dengan cara yang masuk akal” J
So, sampai detik postingan ini dibuat, baru ada 19 mimpi yang saya buat. Mau tau? *sokbikinpenasaran hahaha...pokoknya salah satunya adalah: saya bisa khatam Al –Qur’an minimal sekali lagi sebelum nikah. Huwedeeeeeeeeh!
OK itu cerita liburan.

Cerita laennya, kemaren2 saya baru liat video serial singkat di Youtube yang dibikin Raditya Dika, penulis dan comic favorit saya. Judulnya: Malam Minggu Miko. Nih dia:

Singkat tapi lumayan lah, menghibur.

Nah, untuk cerita berikutnya...cerita kuliah semester ini aja ya kayaknya. Oke, saya masih bimbang sebenernya antara fokus seminar atau memperbaiki nilai yang masih cetek2 (Aduh, 'cetek ' ya bahasanya?) Iyah, yang gak asik lah pokoknya dibawa lulus. Hihihi...tapi saya coba susun aja semampu saya. Tadi pagi sekitar jam 10, saya kumpul draft tersebut. I’m not sure why, gak tau ini pertanda apa, tapi kok kayaknya dari awal, semua proses kuliah di semester ini termasuk seminar, saya jalani dengan...eghm..santai sekali. Eh enggak ding, lebih tepatnya kurang persiapan sekali. Leha – leha gitu...gak ada panik, rempong,sibuk, atau apalah namanya. Mungkin karena udah terbiasa dengan kondisi yang chaos gitu kali ya kalo ada tugas, jadinya gak bisa anteng. Wufh.

Untuk urusan organisasi sendiri, saya memilih turun jabatan dari koordinator menjadi staf. 
Insha Allah bisa lebih produktif
Aamiin. Yiha!

     Nah, specially today. Tiga hari ke depan, organisasi UKM yang saya ikuti mau ada kegiatan di tanggal 8 – 9 September 2012. Dan saya harus membatalkan acara perform kelompok paduan alat musik yang saya ikuti juga di tanggal tersebut. Kenapa? Padahal gak tanggung2 loh, acara perform itu di hotel ternama, dalam rangka ulang tahun kampus, kami (yang perempuan) diminta berpakaian resmi, gaun, sepatu “cewek” (if u know what I mean), udah pake nama grup lagi. Latihan juga udah lumayan topcer. Ah, tapi ada sisi lain kenapa saya memilih acara organisasi yang satu lagi. SEMANGAT dari TEMAN – TEMAN. Proaktifnya mereka dalam mengusahakan terselenggaranya kegiatan ini, kerelaan mereka untuk hadir rapat dan tetep stay together di saat keadaan sulit. Itu,,,itu,,hal yang saya rasa harus di-appreciate. Walopun saya harus merelakan acara perform tadi. Hikz... :’)
Someday Allah pasti akan kasih ‘bayaran’ yang lebih fabulous dari itu. Yiha!

   Kemaren baru nonton The Expendables 2. Uwoow...Fabulous! semua aktor kawakan laki - laki dikumpulin dalam satu screen. Apa gak mantap kali tuh? Arnold Swasanaseger, Van Damme, Stallone, Bruce Willis, Chuck Norris, Andy Lau, Jason Statham, dll. Wajeb nonton, tapi bukan buat yang gak kuat jantung. Hihihi...

c ya @next chapter

Dikerjain Abis. . .

CILUUUUUUKKK....BBBAAH!!!
Here we go again. .  !*kata Paramore

Nulis lagi ahhh. . .ada aja nih cerita yang mau saya share. Ohya, FYI, ini adalah hari - hari dimana sebentar lagi menuju hari raya Idul Fitri. Yep! 3 hari lagi lebaran cuy. . .(ya, ya, ya..)

Nah, carito edisi Ramadhan kali ini masih seputar kuliah, organisasi / komunitas, dan kawan- kawan saya...

Saya mulai dari yang paling berkesan belakangan ini dulu ya. Baiklah...subjudulnya:
saya dikerjain penyiar radio secara on air jam 4 pagi !
*sekali lagi  JAM EMPAT PAGI !!!
(kamera...kamera...please zoom in - zoom out donk! Lol)

Iya, 
jadi ceritanya begini:
kita flash back ke beberapa hari sebelum telepon gelap ini datang (Ya iyalah telepon gelap, wong jam 4 pagi). Nah, saya bareng temen - temen komunitas (yang di bawah marketing PR stasiun TV swasta itu) mau buat kegiatan nih, bertajuk #RamadhanKreatif, kita ada ide buat kegiatan baksos ke panti asuhan, tapi dikemas dengan acara ramah - tamah bareng komunitas2 yang ada di Medan. Trus kaaan...kita juga ada ajuin proposal acara ke salah satu “tokoh” yang ada di Medan, buat yaaaah ngertilah, minta bantuan dana tuh, dan ternyata: GAGAL! Mereka bilang waktunya terlalu mepet dan bla..bla..bla..
okeh, masuk ke kisah di subjudul di atas. Jadi, saya sedang terlelap di kamar. Tiba – tiba henpon berdering, sepintas saya liat itu nomornya kode area lokal Medan, tapi gak ngaruh juga sih, toh saya jawab juga.
“Halo...”

-----Nah, bagian setelah kata sapaan tersebut, gak bisa saya ceritakan di sini. Bukaaaan...bukan karena ada rahasia, menjaga nama baik, atau semacamnya. TAPI, karena saya gak inget sama sekali apa yang dia bilang. Soalnya beneran gak nyambung, gak ngeh, gak connect waktu baru jawab teleponnya-------

Jadi, beberapa menit di awal pembicaraan itu, bahkan saya belum nangkep: dia itu siapa, apa tujuannya nelpon, dia ngomong apa, dan...sesaat kemudian setelah nyawa saya benar – benar terkumpul, barulah saya ‘ngeh’ bahwa (ceritanya) si penelpon ini (yang ternyata penyiar radio yang usil itu) adalah orang kepercayaannya si “tokoh” tadi. Disitu dia bilang bahwa si “tokoh” itu bisa aja kasih dana ke kami, dengan syarat: nanti pas PEMILU, kami harus pilih dia, harus bisa memprovokasi orang buat pilih dia, bahkan harus bisa menyerang lawan – lawan politiknya dia. Anjriiiit....!!! serem banget gak sih? Pagi – pagi dapet telepon gituan. Lah saya? Politik aja gak ada ngerti – ngertinya, belum lagi gak connect mau ngomong apa. Deugh!
Belum selesai sampe situ, mereka juga bilang: “Kalo ketauan acara ini ngambil keuntungan dari dana yang kami kasih, kami bisa kenai hukuman pidana ya!”
Anjiiiirr...ini orang maunya apa siiih ?!@^)%#@%(}|+
Gelagepanmode: ON

Saya kalang – kabut tuh, panik. Alhasil saya cari jawaban ngeles,
“Saya akan bicarain ini dulu ke temen- temen ya Pak”
Dan ternyata dia jawab...
“Oh gak bisa dong, kita gak bisa lama – lama ni prosesnya mbak. Soalnya kemaren juga kan mbak Dita ada tinggalin nomor kontak ke kita...artinya kita bisa langsung contact mbak Dita aja dong kalo ada urusan apa -  apa,”

*mikir-mikir Iya juga yah, tapi WAIT...seinget saya, nomor kontak yang tertera di proposal tuh adalah nomor ketua dan wakil ketua dari komunitas. Trus, pihak yang nemuin Humas si “tokoh” itu ada...dua temen saya (yang salah satunya si penyiar ini). Lah, trus darimana mereka dapet nomor hp saya coba? Tapi ah, pemikiran saya itu masih kalah dengan kesibukan saya ketika mereka minta saya nyalain radio. (Asliii...amit2 kayak orang dihipnosis. Ieyouh..!)

Gak sampe situ aja, telepon diserahin ke penyiar satunya, yang ngakunya sebagai salah satu ‘fakir miskin’, tujuan baksos kami. Entah iseng demi apa, dia pake nanya:
“Mbak Dita....eghm...mbak Dita udah punya pacar belom?” -.-‘

Abis tu dia marah – marah, nantangin, dia bilang:
“Yakin kalian, kegiatan kalian itu bener – bener bisa bantu kami?”
Uwiedeeeh...apalagi maksud makhluk satu ini???
Dan lagi – lagi WAIT! Kok ada cerita – cerita fakir miskin? Perasaan kemaren tujuan baksos-nya tuh anak – anak panti dah, kok ada tema ‘fakir miskin’? Tapi lagi – lagi pikiran itu kalah sama kesibukan nyari headset buat nyalain radio di hp sebijik lagi nyooooh....
Setelah headset ditemukan, tercoloklah ke hp, nyalain radio, aktifin speaker, pindah ke channel yang diminta, dan...kaget demi gantengnya Tom Cruise setelah cerai...ada suara saya di sana! Asli, di situ sebenernya udah sadar (kalo saya dikerjain), pengen ketawa dan tereak “Sialan!” tapi, Ya Allah...dengan lugunya, ketika mereka bertanya:
“Udah nyala mbak radionya? Ada apa di situ?” saya malah jawab, “Ada saya...”

Oh I swear to God, that’s the most stupid-ridiculous respond I ever give!

Sontak mereka langsung ‘meledak’ ketawa terbahak – bahak lah mendengar keluguan saya yang sebijik itu, maaaann...
Dan terungkaplah sudah skenario kampret satu ini.
Ya ampuuunn..saya langsung gak bisa tidur abis itu, memikirkan ke-jenaka-an mereka dalam merencanakan ini.

Dan lagi, di sisi lain (saya lihat), hal ini udah beneran kayak skenario hipnosis yang penipuan2 itu loh. Ngerasa gak sih? Coba baca lagi deh dari atas... (berani bayar berapa lu Dit, nyuruh2 orang baca ulang?! | Ok, santai...santai...turunin parangnya...*kalem)

Iya loh, bayangin aja *kening berkerut*, kalian gak dikasih waktu buat mikir tuh, terus – terusan dicecar pertanyaan + perintah agar kalian mau melakukan apa yang mereka mau. Dalam kasus mini ini, nyalain radio contohnya. Sambil tetep mikir buat jawabin pertanyaan mereka, saya tetep sibuk tuh ngusahain buat bisa nyalain radio di hp saya.
Nah, jadi pelajaran juga buat kita kali ya? Lain kali kalo dapet telepon dari nomor gak dikenal, dan merasa apa yang dia bilang gak sesuai sama yang kalian pikir / kenyataan? BANTAH aja! Atau matiin sekalian, biar gak kepancing buat ngeladenin dia terus. Tuh!

Waw, sungguh suatu sisi positif yang bisa saya ambil dari keadaan yang mengejutkan ini yah? Ciyeaaalaahh. . . .

Haha
Dan satu lagi: kayaknya bisa deh mulai dari sekarang, yang suka nyalain hp waktu tidur, coba dimatiin aja deh. Biar lebih a.m.a.n. yep!